Dear my friend
Kali ini aku merasa sangat
bersalah, betapa tidak?
Sahabat yang menjadi kebanggaanku
selama ini, kini enggan bersamaku lagi dan dia berpaling dariku karena ego
yang kusebabkan. Entah bagaimana dan apa
yang harus aku lakukan untuk menyambung kembali tali persahabatan yang sudah
kita jalin selama ini. Kita bahagia bersama, letih bersama, tertawa bersama,
bercanda bersama. Suka maupun duka kita jalani, namun tanpa kita sadari!
Ternyata cobaan sudah menghalau didepan kia terlebih dahulu. Hinggan akhirnya
kita tak mampu untuk menghindar darinya.
Aku tau kamu pasti marah padaku,
begitupun aku. Tapi aku sangat yakin bahwa semua itu bukanlah keinginan dan
maksud kita untuk melukai dan menyakiti satu sama lain. Tapi semua itu memang
harus ada sebagaimana mestinya tercantum dalam undang-undang yang telah TUHAN
ciptakan . semua itu bukan maksud untuk membuat kita saling membenci satu sama
lain, namun itu diciptakan-NYA untuk memberi suatu pengujian terhadap tali
persahabatan yang kita jalin helai demi helai selama sekian jauh dalam prdeiksi
yag kita bayangkan.
Menulis tidak seperti membaca,
artinya” jangan kita terlalu terpancing emosi, ketika tingkah seseorang yang
kita anggap sudah tahu seluk-beluknya berubah seketika, namun sebenarnaya itu
bukanlah maksud jahat yang ia akan perbuat terhadap kita, namun mungkin saja ia
ada maksud lain. Jadi kesimpulannya adalah belajarlah mencari tahu apa yang
dialaminya sebelum kita bertindak sesuatu.
Mungkin sudah terlalu banyak
yah....? aku hanya ingin minta maaf apabila ada kesalahan yang aku lakukan sama
kamu. Aku bukan tidak bersalah, tapi memang aku salah.....sekian!!!
Tambahkan komentar jika berkenan
memaafkan.