Minggu, 31 Januari 2016


Dear my friend

Kali ini aku merasa sangat bersalah, betapa tidak?

Sahabat yang menjadi kebanggaanku selama ini, kini enggan bersamaku lagi dan dia berpaling dariku karena ego yang  kusebabkan. Entah bagaimana dan apa yang harus aku lakukan untuk menyambung kembali tali persahabatan yang sudah kita jalin selama ini. Kita bahagia bersama, letih bersama, tertawa bersama, bercanda bersama. Suka maupun duka kita jalani, namun tanpa kita sadari! Ternyata cobaan sudah menghalau didepan kia terlebih dahulu. Hinggan akhirnya kita tak mampu untuk menghindar darinya.

Aku tau kamu pasti marah padaku, begitupun aku. Tapi aku sangat yakin bahwa semua itu bukanlah keinginan dan maksud kita untuk melukai dan menyakiti satu sama lain. Tapi semua itu memang harus ada sebagaimana mestinya tercantum dalam undang-undang yang telah TUHAN ciptakan . semua itu bukan maksud untuk membuat kita saling membenci satu sama lain, namun itu diciptakan-NYA untuk memberi suatu pengujian terhadap tali persahabatan yang kita jalin helai demi helai selama sekian jauh dalam prdeiksi yag kita bayangkan.

Menulis tidak seperti membaca, artinya” jangan kita terlalu terpancing emosi, ketika tingkah seseorang yang kita anggap sudah tahu seluk-beluknya berubah seketika, namun sebenarnaya itu bukanlah maksud jahat yang ia akan perbuat terhadap kita, namun mungkin saja ia ada maksud lain. Jadi kesimpulannya adalah belajarlah mencari tahu apa yang dialaminya sebelum kita bertindak sesuatu.

Mungkin sudah terlalu banyak yah....? aku hanya ingin minta maaf apabila ada kesalahan yang aku lakukan sama kamu. Aku bukan tidak bersalah, tapi memang aku salah.....sekian!!!

Tambahkan komentar jika berkenan memaafkan.